Senin, 18 Oktober 2010

Arian 13: Gue Ga Suka FPI

17 Oktober 2010. Di belakang panggung, beberapa saat setelah Seringai tampil di acara konser “Metal Untuk Semua” yang diselenggarakan oleh Bandar Metal, saya dan seorang teman saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai Arian 13–vokalis Seringai. Sebelumnya saya menunggu kesibukannya sebagai Rockstar setelah turun dari panggung– diajak berfoto, memberi tanda tangan, dan sedikit tegur sapa dengan penggemarnya. Di atas panggung tadi, Arian seperti sedang melakukan pembelaan atau klarifikasi terhadap rekaman video yang dilakukan oleh penggemarnya beberapa waktu lalu ketika Seringai bermain di JRL, yang ternyata beredar di jejaring sosial dan menjadi kontroversial.


Tentang apa yang lo bicarain di atas panggung tadi, sebenernya maksud lo apa sih dengan orasi lo yang cukup panjang itu?

Gue kalo orasi ya campur aduk kayak gitu ya. Memang karena terlalu banyak yang pengen gue omongin memang kadang-kadang ga fokus. Tapi orang yang pada mengerti maksud gue, pasti langsung nangkep. Ternayta pas diupload banyak juga yang ga mengerti dan banyak juga yang langsung tutup mata, langsung nuduh bahwa gue anti agama tertentu. Padahal itu salah. Jadi kalo tadi memang mungkin bisa jadi bentuk klarifikasi. Makanya tadi gue ngomong panjang banget ya. Itu seumur-umur gue manggung kayaknya paling panjang ngomong di situ tuh. Itu yang gue jelasin satu-satu. Kenapa sih gue ga sepakat sama Tifatul sebagai menteri? Karena tadi poin itu, dia sensor pornografi. Gue ga setuju kalo lo mau menghentikan pornografi bukan begitu caranya. Kenapa ga pake pendidikan sex? Kenapa ga pake edukasi? Daripada diblokir? Karena makin dilarang orang akan semakin penasaran. Dan dia bilang 90% udah diblokir tapi redtube masih lancar. Jadi 10% itu masih banyak banget. Maksudnya itu bukan jadi solusi. Karena orang kirim lewat email juga bisa.

Dia juga main-main dengan kalimat, “kata dokter, orang kena AIDS karena itunya dipake sembarangan”. Maksudnya lo kebayang ga sama orang punya penyakit itu dan tidak homoseksual karena emang terlahir dari orang tua yang kena penyakit itu? Gue juga sama sekali ga anti sama homoseksual ya. Gue juga banyak temen yang homoseksual. Nah dia ngomong seperti itu bayangin aja, dengan dia yang kapasitasnya sebagai menteri. Terus terang gue ga setuju sama itu. Menurut gue dia ga pantes ngomong seperti itu.

Walaupun dalam keadaan yang formal atau informal?

Menurut gue kalo elo sebagai menteri, elo ga bisa misahin ini gue sebagai menteri dan ini gue sebagai ayah dari dua atau tiga anak, misalnya. Jadi di twitter, formal atau ga formal, dia menteri ya menteri.

Sebenernya, elo nyerang argumen Tifatul yang di twitter itu atau pemblokiran terhadap situs porno?

Pensensorannya gue ga setuju. Terus terang gue setuju sama pornografi. Tapi hukumnya harus jelas. Dalam arti kalo lo udah dewasa, lo boleh liat pornografi. Gue yakin elo kenal porno dari SD atau SMP kan? Tapi penyikapannya gimana? Lo mungkin kalo nanti jadi orang tua, lo mungkin harus ngajarin supaya anak lo nanti kalo udah gede pikirannya ga sex dan entot sana entot sini terus.

Terus tentang video lo ketika manggung di JRL yang menjadi kontroversi di jejaring social, sebenernya itu gimana sih? Apa emang sengaja ada koordinasi dari pihak lo untuk merekam itu?

Itu hanya suatu kebetulan. Karena ada yang merekam aja. Yang merekam itu kebetulan dari Serigala Militia dan mereka juga kaget juga karena tanggepannya banyak banget setelah diupload. Itu juga kebanyakan yang menghujat ya dari akun-akun baru. Ya lo tau lah udah biasa yang kayak gitu.

Elo berbicara seperti di rekaman itu, baru-baru ini atau udah dari dulu?


Kalo tentang Tifatul Sembiring, emang baru-baru ini. Tapi pornografi, emang udah dari dulu. Lagu mengadili persepsi itu juga ada bagian tentang pen-sensor-an juga. Tapi lebih ke seni rupa seperti kasusnya Isabel yahya. Perekaman video itu sendiri juga bukan disengaja.

Gimana tanggapan lo tentang metal satu jari dan acara ini?


Waktu muncul movement atau kelompok satu jari, menurut gue, sah-sah aja. Ya biarin aja ada yang satanic atau apalah agama yang lainnya. Itu ga jadi masalah. Tapi yang jadi masalah adalah pas gue liat di facebook, kok ada support untuk Abu Bakar Baasyir? Kok kelompok ekstrimis macam FPI itu disupport mereka? Itu yang bikin gue ga setuju. Gue ga suka FPI. Maksudnya, hukum Indonesia udah ga jelas. Ditambah lagi ada mereka dan yang seperti yang dipelihara. Gue ga setuju. Ketika kelompok-kelompok satu jari mendukung yang seperti itu, maka ada acara ini.







18 Oktober 2010.

2 komentar: